hastia.windri10's blog

Just another weblog

Antara Impian dan Kebutuhan

Filed under: Uncategorized — hastia.windri10 at 9:07 am on Tuesday, April 17, 2012

Impian atau kebutuhan, manakah sebenarnya yang harus diprioritaskan?

Yup, itu memang menjadi sebuah dilema, tatkala kita sudah mengukir impian kita dari awal, akan tetapi kita harus mengubur impian itu dalam-dalam tatkala kebutuhan menyapa. Impian yang dicita-citakan bukan hanya olehku, melainkan juga teman-teman seperjuanganku sepertinya terpaksa harus kukubur karena suatu kebutuhan. Miris memang, tapi apalah dayaku? Aku sudah berusaha untuk menggapai impian itu, tapi… ya sudahlah. Toh, dimanapun kita berada yang penting kita dapat memaksimalkan potensi diri kita dan dapat berkarya di manapun jua.

Awalnya hati ini sudah tegas berkata tidak, tapi ternyata goyah karena kebutuhan yang mendesak itu. Oke, ini jalan yang sudah ku ambil. seharusnya aku bisa menguikhlaskan impianku itu, tapi ternyata masih berat yah.. :( .Pelan-pelan nati juga akan terbiasa, janganlah takut karena kamu tidaklah sendiri *berusaha menghibur diri*

Semoga Allah menunjukan apa jalan terbaik untukku..

Cerita inspirasi

Filed under: Uncategorized — hastia.windri10 at 12:35 pm on Wednesday, September 15, 2010

Nama   : Hastia Windri Pangestika

NRP    : A24100171

Laskar : 3 (Gajah Mada)

Cerita Inspirasi Berkenaan Dengan Orang Lain

BELAJAR DARI PENGEMIS

Melalui cerita ini kita akan belajar bagaimana seharusnya kita berpikir kreatif dan berpikir positif agar kta dapat mengubah jalan hidup kita.

Suatu hari di Tronto, sebuah kota di Amerika, terdapat seorang pengemis, yang selalu mengemis di kota tersebut. Sampai pada suatu saat ia menemukan sebuah jas di tempat sampah. Jas tersebut dia kenakan setiap hari dan kemanapun dia pergi. Ketika musim dingin tiba, terdapat sekerumunan orang ternyata pengemis tersebut ditemukan mati karena kelaparan dan kedinginan. Petugas kebersihan lalu mengurusi jasad pengemis tersebut, memandikan dan memakamkannya. Saat jas yang biasa dikenakan pengemis itu dibuka, ternyata ditemukan uang sebesar 10 ribu US dollar di dalam saku jasnya. Petugas kebersihan tersebut kemudian berpikir, seharusnya dengan uang sebanyak itu dia tidak akan mati kedinginan dan kelaparan. Karena dengan uang sebanyak itu pengemis tersebut dapat membeli makanan dan bahkan tempat tinggal yang layak.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa pengemis tersebut tidak menggunakan uang tersebut untuk membeli makanan dan tempat tinggal yang layak? Padahal dia memegang uang sebanyak itu.

Hal itu terjadi sebab pengemis tersebut sama sekali tidak berpikir positif dan tidak berpikir untuk mengubah hidupnya. Tidak kreatif untuk mengubah nasibnya. Tidak tergugah untuk berubah. Jika kita berpikir kita akan menang pasti kita bisa menang, tanpa sadar kekuatan di bawah alam sadar kita akan hadir melahirkan spontanitas untuk merebut kemenangan. Jadi janganlah takut, berpikirlah positif, berpikirlah kreatif!

Cerita Inspirasi Berkenaan Dengan Diri Sendiri

KEGAGALAN BUKANLAH AKHIR DARI SEGALANYA

Saya dilahirkan dari keluarga yang berpendidikan, bagi saya kedua orang tua saya adalah orang yang sangat hebat, mereka semua lulusan dari PTN yang ternama, bahkan mereka semua mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan S-2nya. Hal tersebut menjadi pemacu bagi saya untuk di terima di PTN yang ternama pula.

Begitu selesai Ujian Nasional (UN) saya mencoba untuk mengikuti seleksi masuk PTN mandiri yang diadakan oleh salah satu universitas ternama di Indonesia, saat saya mengerjakan soal tersebut, terbesit dipikiran saya, saya harus bisa, saya tidak boleh kalah dari kedua orang tua saya. Akan tetapi perasaan itu justru membuat saya grogi. Dan pada akhirnya saya pun gagal dalam ujian tersebut. Hati saya seperti remuk, terlebih lagi ketika saya mendengar saudara sepupu saya diterima di universitas tersebut,tetapi tidak mengambilnya, hanya coba-coba katanya. Dalam pikiran saya, kalau hanya coba-coba untuk apa dia mengikuti ujian tersebut?

Setelah jatuh, saya berusaha untuk bangkit lagi, dan saya memutuskan untuk mengikuti Ujian Masuk bersama, saya kembali memilih universitas yang saya pilih sebelumnya. Saat tes, sya dating tepat saat bel berbunyi, dan saya belum mengetahui dimana ruangan saya, saya berlari untuk mencari ruangan tersebut, saya mencoba untuk rileks, dan mulai mengerjakan soal yang terdapat di meja saya. Pada saat itu hati saya ragu, apakah saya akan diterima di universitas tersebut? Dan ternyata sayapun kembali gagal dalam tes tersebut. Hal yang paling saya takutkan adalah mengecewakan orang tua saya, dan saya kembali mengecewakan mereka. Akan tetapi kedua orang tua saya berusaha untuk tidak menampakkan kekecewaan mereka, mereka justru berusaha untuk membangkitkan saya kembali. Kemudian saya berpikir Allah pasti mempunyai rencana lain yang lebih baik dari ini, Allah pasti akan memberikan yang terbaik baut saya.

Saya berusaha keras agar tidak lagi mengalami kegagalan, saya belajar dengan keras. Sampai pada akhirnya saya ingat, saat saya SMP saya pernah melihat berita di TV bahwa mahasiswa IPB berhasil membuat sebuah inovasi baru, yaitu boneka horta, pada saat itu saya berkeyakinan dalam hati bahwa saya pasti bisa diterima di universitas tersebut. Setelah itu saya memutuskan untuk memilih IPB saat SNMPTN. Saat saya mendaftar ternyata ada data yang salah, akan tetapi sudah tidak dapat dirubah. Saya berusaha untuk menghubungi panitia pusat, lalu oleh panitia pusat saya diberitahukan untuk menghubungi panitia dimana tempat saya akan melakukan tes. Akhirnya saya mengikuti apa yang panitia pusat beritahukan, akan tetapi begitu saya menelepon ke nomor yang diberitahukan, panitia tersebut berkata,” untuk apa kamu menelepon kesini, seharusnya kamu mnghubungi panitia pusat” setelah saya beri tahukan bahwa saya sudah menghubungi panitia pusat, orang tersebut menyuruh saya agar menghubungi sekali lagi. Akhirnya saya mengikuti apa yang diperintahkan. Saat saya meenghubungi panitia pusat untuk yang kedua kalinya, saya di perintahkan untuk menghubungi panitia dimana tempat saya akan melakukan tes saat tes tersebut berlangsung.

Tiba hari dimana saya harus mengikuti tes SNMPTN, begitu saya tiba di lokasi, saya langsung mencari ruangan saya, dan saya langsung menemui panitia. Saya beritahukan maksud saya dating ke ruang panitia. Begiti mendengar tujuan dan alasan saya melapor, ketua panitia tersebut langsung berkata bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa, akan tetapi saya tetap diperbolehkan untuk mengikuti tes tersebut. Pada hari pertama, saya sedikit mendapatkan kesulitan, akan tetapi pada hari kedua saya sangat lancer mengerjakan soal yang tersedia. Dan saat saya keluar dari ruangan, hati kecil saya berkata ‘SAYA PASTI LULUS’.

Hari demi hari berlalu begitu lamanya, saya sempat berpikir, saya tidak akan kuliah tahun ini jika saya gagal lagi. Saya tidak ingin kuliah di perguruan tinggi swasta. Lebih baik saya mengikuti kelas intensif dari pada harus kuliah di PTS. Sehari sebelum pengumuan, saya diberitahu bahwa pengumuman di percepat, dan saat pukul 18.00 WIB pengumuman sudah dapat dilihat. Saya langsung mencari kartu tanda peserta saya, tapi tidak juga ketemu, saya berpikir apakah ini pertanda bahwa saya akan gagal lagi? Kemudian saya teringat bahwa saya menyimpan soft copynya. Kemudian saat saya memasukan nomor ujian saya, ternya muncul tulisan “SELAMAT ANDA DITERIMA” saat itu saya langsung merinding, saya tidak bisa berkata-kata, saya langsung sujud syukur dan langsung memberitahukan orang tua saya, tanpa sadar air mata saya jatuh, saya merasa sangat senang. Ternyata keyakinan  saya selama ini benar. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda, saat kita gagal Allah pasti punya rencana lain yang jauh lebih baik. Percayalah!

Dan saya sekarang berusaha untuk menggapai impian-impian saya yang tertuliskan, dan saya yakin Allah akan membantu saya untuk menggapai impian-impian saya tersebut.